Bagaimana Ikan Paus Menyusui Anaknya?

BAGAIMANA cara kucing, anjing, dan harimau menyusui anaknya? Sobat-sobat pasti sudah tahu! Lalu, bagaimana cara mamalia laut menyusui bayinya? Ayo... siapa yang tahu?

Menyusui di dalam laut memang membutuhkan teknik khusus. Soalnya, ibu paus tak bisa menyusui sambil tiduran seperti halnya kucing. Selain itu, ikan tak memiliki puting susu, seperti halnya mamalia berkaki empat.

Sebagai hewan mamalia, paus betina memiliki rahim, tali pusar, dan pusar. Ibu paus mengandung, melahirkan, lantas menyusui dan mengasuh anaknya. Lamanya masa kehamilan, penyusuan, dan pengasuhan tergantung spesies. Biasanya, paus berkembang biak di perairan tropis yang hangat.

Saat melahirkan, setiap mamalia butuh oksigen lebih banyak. Makanya, paus melahirkan di perairan yang dangkal. Bayi terlahir dengan ekor terlebih dahulu supaya tidak tenggelam. Begitu lahir, bayi paus mengikuti naluri berenang ke permukaan untuk bernapas. Pada berbagai spesies, sang bayi dibantu induknya untuk muncul ke permukaan, dengan cara mendorong dengan mulutnya.

Sesudah mengambil napas pertama, bayi langsung menyusu pada induknya. Karena tak memliki puting susu, sebagai gantinya ada semacam lubang pada kelenjar susu dekat bagian ekor. Nah, bayi pun menyelipkan lidahnya di situ sambil merapatkan diri. Saat itulah sang induk menyemprotkan cairan susunya ke mulut si bayi yang menganga lebar.

Krim susu paus sangat kental seperti krim sehingga tak mudah larut di air. Kandungan lemak susu paus sangat tinggi lho, hingga 50 persen. Lemak itu diperlukan untuk pertumbuhan dan membentuk lapisan lemak tebal di bawah kulit. Lemak di bawah kulit berguna untuk menjaga suhu tubuh ikan agar tetap hangat.

Ukuran bayi paus yang baru lahir berbeda-beda, tergantung spesiesnya. Ukuran yang dimiliki jenis paus biru, bayi yang baru lahir saja panjangnya 7,5 meter dan beratnya 7 ton! Bayi paus biru minum 23-90 kilogram susu induknya setiap hari!

Bagaimana dengan mamalia laut lainnya? Misalnya lumba-lumba, ikan ini juga melahirkan di perairan dangkal. Mamalia jenis ini termasuk hewan yang senang hidup bergerombol. Makanya, mereka sangat kompak. Saat ibu lumba-lumba melahirkan misalnya, beberapa lumba-lumba betina lainnya berjaga-jaga di sekelilingnya, seperti bidan. Mereka bersiaga kalau-kalau ada pemangsa seperti hiu mendekat. Saat bayi telah lahir, biasanya beberapa lumba-lumba betina lainnya membantu mendorong sang bayi ke permukaan untuk bernapas.

Cara lumba-lumba menyusui bayinya tak banyak berbeda dengan paus. Bayi menyelipkan lidahnya ke lubang kelenjar susu ibu, lantas sang induk menyemprotkan susu kental ke dalam mulut anaknya. Bayi minum dengan cepat karena sesekali harus menyembul ke permukaan untuk bernapas. Cairan susu lumba-lumba pun sangat kaya lemak dan bayi tumbuh dengan cepat.

Penyusuan berlangsung saat induk dan bayi sama-sama berenang. Oleh karena itu, keduanya harus kompak. Masa penyusuan tergantung jenis spesies, tetapi umumnya berlangsung sekitar 12-18 bulan. Masa menyusui sekaligus merupakan masa pengasuhan. Maka, tak mengherankan, baik bayi paus maupun lumba-lumba, saat masih bayi selalu mengikuti ke mana pun induknya pergi. Di saat itu pula sang ibu mengajari bayinya mencari makan. Ikan paus dan lumba-lumba termasuk hewan yang mudah akrab dengan manusia. Nah.. siapa di antara kalian yang mau membantu ibu lumba-lumba mengasuh bayinya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar