Tips & Trick
6 Langkah 'Tambal' Lubang di Power Point
Berita buruk! Menurut keterangan Microsoft, para cracker telah mulai menyerang pengguna Power Point. Ada 14 lubang pada Power Point yang bisa disusupi. Dari 14 lubang tersebut, hanya satu yang telah diserang, sementara 13 lainnya sangat rentan dibobol.
Berita baiknya, Microsoft telah menyiapkan sebuah security update, yang sudah dapat di-download dan diinstall para pengguna Power Point.
Berdasar buletin milik Microsoft, berikut ini adalah versi Power Point yang diserang:
Microsoft Office PowerPoint 2002, Microsoft Office PowerPoint 2003, Microsoft Office PowerPoint 2007, Microsoft Office 2004 (Mac), dan Microsoft Office 2008 (Mac); Open XML File Format Converter (Mac); semua versi PowerPoint Viewer, dan Microsoft Office Compatibility Pack bagi Word, Excel, dan PowerPoint 2007 Format File; Microsoft Works 8.5; dan Microsoft Works 9.0.
Dari data di atas, jika kita memasang security update pada versi-versi tersebut kita boleh sedikit lega. Pasalnya update keamanan terbaru dari Microsoft telah mampu ‘menambal’ lubang-lubang tersebut.
Bagaimana cara 'menambal' lubang itu? Cara untuk 'menambal' lubang pada Power Point ternyata sangat mudah.
Dikutip dari Venturebeat, Rabu (13/05/2009) Matt Watchinski, Senior Director Vulnerability Research SourceFire, memberi 6 langkah mudah untuk ‘menambal’ lubang tersebut.
1. Buka internet explorer, versi berapapun.
2. Akses update.microsoft. com. Selanjutnya akan terbuka halaman baru dengan perintah “Download and install updates for your computer.”
3. Jika sudah, klik “View available updates.”
4. Windows akan menunjukkan daftar update yang harus dilakukan. Lihatlah sub-judul yang menunjukan update bagi Office 2007 atau versi apapun yang kita miliki.
5. Ikuti perintah instalasi security update tersebut.
6. Jika kita telah menginstall Office, namun tidak melihat adanya peringatan security update untuk Power Point, berarti security update tersebut telah terpasang pada PC kita.
Kemampuan TNI-AD Tangani Terorisme Harus Dimanfaatkan

Jakarta - Dalam penanggulangan terorisme, kemampuan personel TNI Angkatan Darat sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini. Hanya saja, TNI terikat aturan dan bergerak atas permintaan Polri.
"TNI-AD punya tiga peran yang seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa ini," kata Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua, di kantornya Jl Veteran, Jakarta, Selasa (18/8/2009).
Tiga peran yang dimaksudkan Christian adalah, pertama kemampuan deteksi dini, pencegahan dini, dan lapor cepat melalui Desk Anti Teror yang sudah terbentuk mulai dari pusat sampai daerah sampai tingkat Kodim, Koramil, dan Babinsa.
"Babinsa ini yang akan memberdayakan mitranya, yaitu masyarakat. Diharapkan masyarakat berani melapor bila ada hal-hal yang mencurigakan, atau berani melawan dan menangkap bila itu benar teroris," jelasnya.
Kemampuan kedua, lanjut Christian, pasukan AD memiliki kemampuan memukul atau menanggulangi terorisme. Kemampuan ini sudah dimiliki satuan Detasemen-81 Penanggulangan Teror Kopassus. Sementara di Kostrad sendiri ada tiga bataliyo Raider antiteror, Pleton Pengintai Tempur (Tontaipur).
"Sementara di setiap Kodam kita memiliki satu batalion antiteror," ujarnya.
Kemampuan ketiga, AD juga memiliki ahli penjinak bom dan bahan peledak. Semua ini berada di bataliyon Zeni Tempur (Zipur) dan Detasemen Zeni Tempur
(Denzipur).
"Apakah kemampuan ini mau dimanfaatkan oleh negara atau tidak? Nah, ini kan pertanyaannya," ungkap Christian.
Namun begitu, Christian menegaskan, TNI-AD siap membantu polisi dalam menangani terorisme. Hanya saja bila semua jeli melihat UU TNI, disebutkan fungsi TNI selain perang di antaranya dalam memerangi terorisme, bukan hanya membantu.
"Tapi dengan keluarnya Keppres untuk membantu polisi. Jadi lebih tinggi mana, UU dan Keppres? Itulah dinamika. Kita selalu diikat dengan aturan dan bergerak atas permintaan polisi," pungkasnya.

Jakarta - Dalam penanggulangan terorisme, kemampuan personel TNI Angkatan Darat sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini. Hanya saja, TNI terikat aturan dan bergerak atas permintaan Polri.
"TNI-AD punya tiga peran yang seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa ini," kata Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua, di kantornya Jl Veteran, Jakarta, Selasa (18/8/2009).
Tiga peran yang dimaksudkan Christian adalah, pertama kemampuan deteksi dini, pencegahan dini, dan lapor cepat melalui Desk Anti Teror yang sudah terbentuk mulai dari pusat sampai daerah sampai tingkat Kodim, Koramil, dan Babinsa.
"Babinsa ini yang akan memberdayakan mitranya, yaitu masyarakat. Diharapkan masyarakat berani melapor bila ada hal-hal yang mencurigakan, atau berani melawan dan menangkap bila itu benar teroris," jelasnya.
Kemampuan kedua, lanjut Christian, pasukan AD memiliki kemampuan memukul atau menanggulangi terorisme. Kemampuan ini sudah dimiliki satuan Detasemen-81 Penanggulangan Teror Kopassus. Sementara di Kostrad sendiri ada tiga bataliyo Raider antiteror, Pleton Pengintai Tempur (Tontaipur).
"Sementara di setiap Kodam kita memiliki satu batalion antiteror," ujarnya.
Kemampuan ketiga, AD juga memiliki ahli penjinak bom dan bahan peledak. Semua ini berada di bataliyon Zeni Tempur (Zipur) dan Detasemen Zeni Tempur
(Denzipur).
"Apakah kemampuan ini mau dimanfaatkan oleh negara atau tidak? Nah, ini kan pertanyaannya," ungkap Christian.
Namun begitu, Christian menegaskan, TNI-AD siap membantu polisi dalam menangani terorisme. Hanya saja bila semua jeli melihat UU TNI, disebutkan fungsi TNI selain perang di antaranya dalam memerangi terorisme, bukan hanya membantu.
"Tapi dengan keluarnya Keppres untuk membantu polisi. Jadi lebih tinggi mana, UU dan Keppres? Itulah dinamika. Kita selalu diikat dengan aturan dan bergerak atas permintaan polisi," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)